PARTNER
 
LINK LUAR
IBI
PATELKI
PPGI
IAKI SUMUT
PPNI
PERSAGI
HAKLI
PAFI
KEGIATAN STUDY TOUR KE PENANG PRODI KEBIDANAN PEMATANGSIANTAR
18 Pebruari 2016

 
English Course merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang telah diterapkan di Prodi Kebidanan Pematangsiantar. Tujuan dalam menghadapi tuntutan dunia global yang syarat dengan persaingan, kegiatan ini mengadakan study tour ke berbagai Negara. Pihak Blessa English Course memilih Penang-Malaysia sebagai tempat wisata edukasi selama 3 hari. Alasan tersebut karena Penang merupakan pulau yang terkenal dengan wisata edukasi (medical tourism). Pada tanggal 16 Februari 2016 tepat pukul 10.00 wib kami berangkat dari kampus. Saya dan kak Sondang Rumapea sebagai utusan mahasiswa didampingi oleh para dosen, diantaranya ibu Tengku Sri Wahyuni SSiT, M.Keb dan ibu Kandace Sianipar SST, MPH. Adapun yang memandu kami selama di perjalanan adalah Ms. Elisa, S.Pd sebagai Pengajar kami sejak mengikuti English Course. Tepat di pagi hari tanggal 17 Februari 2016, rumah sakit pertama yang kami kunjungi adalah Island Hospital. Pasien mancanegara juga banyak ditemukan salah satunya pasien dari Indonesia. Kami disambut hangat oleh Joelle Lee selaku Marketing Executive Island Hospital. Adapun Loh Guan Lye Hospital merupakan rumah sakit kedua yang kami kunjungi dan termasuk rumah sakit spesialis kanker bertaraf internasional. Asuhan kebidanan di Island Hospital dan Loh Guan Lye tidak jauh berbeda dengan apa yang kami pelajari selama ini. Tenaga medis di rumah sakit tersebut memiliki pengetahuan luas, cekatan dan peduli terhadap pasien. Hal itu sangat mencerminkan pelayanan yang professional. Loh Guan Lye Hospital memperkenalkan teknologi canggih spesial pengobatan kanker salah satunya alat scan MRI 3 Tesla yang mampu menghasilkan gambar lebih detail dan tajam sehingga bisa mendeteksi secara dini berbagai penyakit kronis. Pendidikan kebidanan di Negara tersebut hanya 1 tahun dan dimulai dari pendidikan Perawat selama 3 tahun. Dahulu, Indonesia pernah menerapkan sistem pendidikan tersebut namun sekarang Jurusan Kebidanan terbuka khusus di dalam negeri. Tenaga medis dalam negeri perlu meningkatkan kedisiplinan dan komitmen dalam bekerja sehingga memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan akurat. Bila semakin banyak teknologi canggih dan terbaru diciptakan maka semakin bertambah pasien Indonesia memeriksakan kesehatannya di rumah sakit dalam negeri. Dengan begitu penggunaan alat medis canggih pun bisa jadi tidak membebankan biaya tinggi kepada pasien (Ribka Nova Sembiring, Neni Limbong dan Sondang Rumapea Jurusan Kebidanan)
[ - ]

<< Index Berita