PARTNER
 
LINK LUAR
IBI
PATELKI
PPGI
IAKI SUMUT
PPNI
PERSAGI
HAKLI
PAFI
GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)
10 Juli 2017

 
Hasil pembangunan kesehatan cukup menggembirakan, namun terobosan atau kebijakan baru dalam akselerasi program mutlak dibutuhkan. Terobosan tersebut salah satunya melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Program Keluarga Sehat melalui pendekatan keluarga. Indonesia mengalami peningkatan kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular. Pada periode 1990-2015, persentase penyakit tidak menular sebagai penyebab kematian meningkat dari 37 persen menjadi 57 persen. Untuk menurunkan beban penyakit tidak menular, Pemerintah meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dengan tiga kegiatan fokus, yakni meningkatkan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta deteksi dini penyakit tidak menular. GERMAS dilakukan sebagai penguatan upaya promotif dan preventif masyarakat. Tujuan GERMAS, antara lain: 1) Menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan; 2) Menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk 3) Menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan. Prinsip GERMAS, yaitu Kerjasama multisektor; Keseimbangan masyarakat; keluarga dan individu; Pemberdayaan masyarakat; 4) Penguatan sistem kesehatan; Pendekatan siklus hidup; Jaminan Kesehatan Nasional (JKN); dan berfokus pada pemerataan layanan Gerakan ini akan dimulai dengan 3 fokus kegiatan, yaitu meningkatkan aktifitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta deteksi dini penyakit tidak menular (PTM), terang Menkes. Kebijakan lainnya adalah Program Keluarga Sehat melalui pendekatan keluarga, dilaksanakan oleh Puskesmas yang mempunyai ciri: 1) Sasaran utama adalah Keluarga; 2) Diutamakan Promotif dan Preventif, disertai penguatan upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM); 3) Kunjungan rumah secara aktif untuk peningkatan outreach dan total coverage; 4) Pendekatan siklus kehidupan atau life cycle approach. Untuk itu saat ini, Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Dalam Negeri tengah menyusun RPP Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan revisi peraturan tentang Struktur Organisasi Dinas Kesehatan. SPM adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan pemerintahan wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal. Dalam rancangan RPP SPM terdapat enam urusan pemerintahan wajib yang akan ditetapkan SPM-nya, termasuk bidang kesehatan. Sementara itu, terkait dengan rancangan peraturan struktur organisasi Dinkes, diusulkan untuk memasukkan kriteria tambahan yakni besaran masalah dan indikator pembangunan kesehatan yang akan dilaksanakan oleh daerah (Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI). Mari kita sukseskan GERMAS….ayo kerja…..kerja......kerja…….Masyarakat Indonesia Sehat (Hanna/Direktorat).
[Humaira - DIR]

<< Index Berita